
RANDUBLATUNG – Mengurus dokumen administratif seperti legalisir ijazah atau surat keterangan seringkali dianggap sebagai proses birokrasi yang memakan waktu dan berbelit-belit. Namun, stigma tersebut kini berhasil dipatahkan oleh komitmen nyata SMP Negeri 1 Randublatung. Melalui standar pelayanan prima, pihak sekolah resmi merilis prosedur legalisasi dokumen yang praktis, ramah, dan sangat memudahkan para pemohon, khususnya para alumni.
Berdasarkan infografis prosedur pelayanan terbaru yang dirilis oleh SMPN 1 Randublatung, terdapat terobosan yang patut diacungi jempol. Pihak sekolah berani menjamin bahwa waktu penyelesaian legalisasi dokumen hanya membutuhkan waktu 1 (satu) hari kerja
Prosedur Pengurusan yang Sangat Mudah
Pemohon tidak perlu bingung, tahapan yang harus dilalui dirancang agar efisien tanpa mengorbankan ketelitian. Berikut adalah prosedur mudahnya:
Persiapan Berkas: Cukup siapkan dokumen asli beserta fotocopy dokumen yang akan dilegalisir sebanyak 2 (dua) rangkap
. Verifikasi Langsung: Pemohon hadir ke sekolah
. Petugas akan langsung memverifikasi kelengkapan berkas yang diajukan . Layanan Cepat Tanggap: Jika dokumen lengkap, petugas akan melayani dengan cepat dan ramah, lalu menyerahkan dokumen legalisir langsung kepada pemohon
. (Jika belum lengkap, petugas akan meminta pemohon melengkapi dokumen terlebih dahulu ).
Sikap profesional dan transparan ini sejalan dengan dedikasi sekolah yang tertuang jelas pada motto pelayanannya: "Melayani dengan hati, memberikan solusi terbaik"
Layanan Pengaduan Terbuka
Sebagai bentuk akuntabilitas, SMPN 1 Randublatung juga membuka kanal penanganan pengaduan, saran, dan masukan yang seluas-luasnya
📞 Telepon: 0296 810020
✉️ Email: smprandublatung1@gmail.com
🌐 Website:
https://www.smpn1randublatung.sch.id 📍 Alamat: Jl. Diponegoro No. 19 Randublatung
Langkah progresif dari SMP Negeri 1 Randublatung ini sangat patut diapresiasi. Lewat pelayanan publik yang bersih, efisien, dan santun, sekolah menengah pertama ini membuktikan bahwa birokrasi yang memanjakan masyarakat bukanlah sebuah keniscayaan, melainkan realita yang bisa dinikmati hari ini juga.
































